Post Terbaru

Sriwijaya FC [1]: Sang Jawara Dari Pulau Seberang

Logo SFC ki-ka: Unyu Fansmade>2005-2008>2008-sekarang
 Tulisan ini ditulis pada sore hari yang sejuk di salah satu rumah di Cibaduyut dengan iringan suara tukang putu yang sedang membuat putu untuk ibu-ibu muda di samping rumah. Ada sebuah syal yang terpaku di tengah-tengah ruangan, berwarna kuning luntur dengan tiga buah garis hijau di setiap unjungnya. Apakah itu? Itulah syal tim sepakbola kebanggaan Sumatera Selatan, Sriwijaya FC Palembang.


Sri Wijaya=Kejayaan Yang Bersinar (Bahasa Sansekerta)
Squad utama Sriwijaya FC 2007: the strongest team of  Indonesia back in 2007

Sriwijaya FC Palembang merupakan tim sepakbola yang mengharumkan nama Palembang di kancah nasional. Dengan permainannya yang agresif, berpola dan tajam, gak sedikit tim sepakbola di Indonesia selalu waspada dan berhati-hati setiap kali berhadapan dengan tim ini. Timbul pertanyaan menggelitik di dalam benak saya. Naha aing bisa resep ka klub ieu? Tiba-tiba kepala saya melakukan apa yang dikenal dengan playback ke masa sekolah (penulis pernah sekolah).

Kembali ke zaman keemasan Sriwijaya FC dengan tridente mematikan Keith Gumbs, Obiora dan Zah Rahan yang mengantarkan tim ini pada trophy Piala Indonesia. Waktu itu penulis junior sudah di Bandung dan jarang sekali mendengar informasi terkait kampung halaman. Penulis masuk ke sekolah (masa iya ke pasar) layaknya murid pada umumnya ketika salah satu teman memulai pembicaraan tentang Palembang-palembangan. Sontak penulis kepo, dan dari sanalah mulai mengenal tim ini. Berdasarkan info dari teman akan ada partai final Liga Indonesia antara Sriwijaya FC Palembang vs PSMS Medan.

Esoknya, tak dinyana satu persatu keluarga turut menonton di layar televisi, mungkin tertarik saat komentator berteriak "palembang...wong kito galo..pempek", (maklum perantau, haus informasi tentang kampung) tapi mungkin juga karena tivi yang satu lagi sedang rusak. Whatsoever, pertandingan All Sumatran Final sendiri baru kali ini dan jauh diluar ekspektasi pengamat sepakbola, mengingat final seringkali diantara tim asal tanah jawa.

Perang strategi antar pelatih berkibar dan bermuara pada keunggulan Sriwijaya FC di menit ke-15 oleh Obiora sebelum disamakan oleh Koko Crunch Lomell menit ke-69. Seringkali terlihat barisan pertahanan direpotkan oleh PSMS, hingga tiba perpanjangan waktu 2x15 menit. Sriwijaya FC menciptakan gol lagi, kali ini lewat sundulan Gumbs. Mungkin karena mengejar ketertinggalan, Markus Horison yang bermain cemerlang malah maju ke mulut gawang saat tendangan bebas. Bola memantul dan diakhiri oleh tendangan jarak jauh oleh Zah Rahan Krangar kearah gawang yang menutup puncak perayaan sepakbola pada saat itu. SFC 3-1 PSMS.

Sriwijaya FC mencetak rekor baru sebagai tim sumatera pertama yang merebut Liga Indonesia dan tim Indonesia pertama yang mengawinkan 2 piala. Suatu hal yang baru di persepakbolaan Indonesia.

It's All About Achievement
Inter Island Cup thropy

Walau merupakan tim termuda di ISL (10 tahun) Sriwijaya FC telah berhasil mengharumkan nama Palembang di kanca nasional dan internasional. Semua tropi dari semua kompetisi bergengsi Indonesia sudah berada di Bumi Sriwijaya, termasuk piala ISL U-21 yang menutup kompetisi tahun lalu. Di era modern, catatan ini bahkan melebihi prestasi Persipura dan Arema sekalipun. Berikut piala-piala yang berhasil diborong Sriwijaya FC semenjak lahir pada 2004:

2004
-

2005
-

2006
-

2007
Juara Liga Indonesia
Juara Piala Indonesia
(Masuk rekor MURI, satu-satunya tim juara double winner hingga kini)

2008/2009
Juara Piala Indonesia

2009/2010
Juara Piala Indonesia

2010/2011
Juara Inter-Island Cup
Juara Community Shield

2011/2012
Juara Liga Super Indonesia
Juara Perang Bintang
 
2012/2013
Juara Liga Super Indonesia U-21
Juara Inter-Island Cup
(Piala ISL U-21 menutup daftar piala yang belum SFC kuasai di Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By